Takalar-karebasulawesi. Puluhan aktivis lingkungan Takalar mengikuti sekaligus memperkenalkan camp wisata hutan mangrove, di Kabupaten Takalar, Ahad (1/2/2026).
Lokasi camp wisata yang dinamakan “Wisata Hutan Mangrove Delta Harapan” ini berlokasi di Kelurahan Takalar, Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar.
Kegiatan yang diinisiasi Bidang Pariwisata Disparpora Takalar ini, didukung sejumlah lembaga antara lain Lembaga Abdi Masyarakat (LAM) Takalar, Assosiasi Duta Wisata Indonesia (Adwindo) Takalar, Gerakan Pemuda Ansor, dan UPTD KPH Kelara.

Dari Pihak Disparpora, hadir Kepala Bidang Pariwisata, Yardi, Kepala Bidang Kepemudaan Ibrahim Nambung, dan puluhan staf Disparpora lainnya.
Menurut Kepala Bidang Pariwisata, Yardi, kegiatan camp wisata ini merupakan salah satu inovasi di bidang pariwisata, untuk mempromosikan salah satu potensi destinasi yang belum banyak dilirik orang, yaitu wisata hutan mangrove yang ada di Takalar.
Dengan banyaknya kunjungan wisata nantinya, diyakini akan membawa multiplier effect pada peningkatan perekonomian masyarakat sekitar. Ini sekaligus mendukung visi misi Bupati Takalar.
Saat ini, wisata hutan mangrove di Sulsel jumlahnya masih sangat terbatas. Sementara peminatnya sangat banyak, terutama dari para pencinta lingkungan, maupun dari pihak kampus.

Hal senada disampaikan Direktur LAM Takalar, Abdul Hakim Tompo, yang juga menjadi salah satu pengelola di lokasi ini, berharap launching camp wisata ini, diharapkan bisa menarik minat aktivis lingkungan lainnya untuk berkunjung di Takalar.
“Atas nama direktur Lembaga Abdi Masyarakat Takalar, Salut dan mengapresiasi Dinas Pariwisata Takalar, atas ketajaman dan kecepatan membaca potensi destinasi wisata di Takalar dengan melaunching Camp Wisata Mangrove di Takalar,” ujar Daeng Tompo, panggilan akrabnya.
Ia menuturkan, destinasi ini meski terkesan baru, tetapi panorama hutan Mangrove dan Pantai di Kecamatan Mappakasunggu ini sangat menarik. Ia berharap ini bisa berkembang dan menjadi salah satu tempat kunjungan menarik, dan bisa menjadi alternatif kunjungan wisatawan khususnya daerah selatan Sulsel.

Wisata hutan mangrove ini bisa jadi alternatif tempat kunjungan akhir pekan, seperti halnya warga Jakarta setiap weekend selalu ke securua Bogor, atau warga Makassar setiap weekend orientasinya ke Malino, bira atau Tongke-tongke Sinjai.
Ia menambahkan Wisata Mangrove meski masih langka, bisa menyuguhkan kepuasan bagi pengunjung dengan pesisir laut yang cantik dan bisa jadi terapi berbagai penyakit, serta bisa menjadi tren baru bagi generasi Z.
“Untuk Camp setiap akhir pekan, sebagai pengelola Delta Harapan, mengapresiasi pihak Dinas atas terobosan yang cukup visioner, melaunching Camp Wisata Hutan Mangrove Takalar,” tambahnya.

Semua peserta dalam kegiatan ini sangat menikmati keindahan panorama alam di tempat ini, mulai dari sunset, sunrise ataupun keindahan pantai Delta harapan. Adapun rangkaian kegiatan ini antara lain, bersih-bersih pantai, penanaman pohon mangrove, dan lomba video promosi wisata bagi peserta camp.
(Red)















