Kareba-Takalar, 10 Desember 2024 – Kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) di SMPIT Cendekia Haji Labbi berlangsung dengan penuh antusias dan keunikan. Pada hari pertama, sekolah ini menawarkan perlombaan yang berbeda dari biasanya. Alih-alih menggelar lomba futsal, takraw, atau voli seperti sekolah lain, SMPIT Cendekia Haji Labbi memilih lomba tradisional yang kaya akan nilai budaya, seperti tarik tambang, lari karung, dan yang paling mencuri perhatian, lomba Annanang.
Menurut Nursyamsu Sala, salah satu guru SMPIT Cendekia Haji Labbi, pemilihan lomba Annanang memiliki makna mendalam. “Selain untuk bersenang-senang, kami ingin menjaga eksistensi budaya daerah. Annanang mencerminkan identitas masyarakat Lantang sebagai lumbung padi di Kabupaten Takalar. Ini adalah cara kami memperkenalkan dan melestarikan tradisi lokal kepada generasi muda,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk mengingatkan pentingnya budaya lokal, termasuk tradisi Lammang dan Akdodoro, yang biasanya menyertai momen Pannananggang. Dengan lomba ini, siswa tidak hanya bersaing, tetapi juga diajak memahami akar budaya mereka.
Porseni SMPIT Cendekia Haji Labbi menjadi bukti bahwa tradisi bisa dikemas dalam kegiatan modern yang menginspirasi. Ajang ini bukan hanya tentang kompetisi, melainkan juga perayaan warisan budaya yang mempererat kebersamaan siswa dan masyarakat.















