Takalar-Karebasulawesi. Tim Pelaksana PPK Ormawa BKMF Sinapsis FIKK UNM kembali melanjutkan rangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat, melalui program Griya SIPAKABERU.
Kali ini, kegiatan edukasi difokuskan pada aspek Kesehatan Lingkungan yang diselenggarakan pada Kamis, 21 Agustus 2025 pukul 10.00 WITA bertempat di salah satu rumah warga Desa Kampung Beru, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Kampung Beru, Muhammad Ali, S.H., perangkat desa, serta seluruh kader Griya SIPAKABERU yang telah aktif mendukung setiap intervensi program.
Dalam sambutan pembukaannya, Muhammad Ali, S.H. menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi tim pelaksana dan kader dalam membangun kesadaran warga.
“Kesehatan lingkungan adalah pondasi utama bagi masyarakat yang sehat. Melalui pemanfaatan pekarangan rumah dan pengelolaan sampah, kita tidak hanya menjaga kebersihan desa, tetapi juga menciptakan sumber pangan bergizi bagi keluarga,” ungkapnya.
Menurut Koordinator Tim pelaksana PPK Ormawa BKMF Sinapsis FIKK UNM, Cindy Fatika Sari, Edukasi kali ini membahas tiga fokus utama, yaitu pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA), pengelolaan pekarangan rumah dengan tanaman gizi, serta pengolahan sampah rumah tangga yang ramah lingkungan.
Tim pelaksana menjelaskan pentingnya menanam TOGA seperti jahe, kunyit, serai, dan kencur, yang tidak hanya bermanfaat sebagai obat tradisional, tetapi juga mudah dibudidayakan di pekarangan rumah.
Selain itu, kader juga diperkenalkan pada teknik menanam sayuran bergizi seperti bayam, kangkung, dan tomat yang dapat menunjang kebutuhan gizi keluarga tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasar.
Tidak kalah penting, edukasi juga menitikberatkan pada pengolahan sampah organik dan anorganik. Tim memperkenalkan metode sederhana mengolah sampah dapur menjadi kompos alami yang dapat menyuburkan tanah, sekaligus mengurangi volume sampah rumah tangga.
Sementara itu, sampah anorganik diperkenalkan melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) agar dapat bernilai guna. Penjelasan ini disambut antusias oleh kader dan warga, yang aktif mengajukan pertanyaan terkait praktik penerapan di lingkungan masing-masing.
Suasana diskusi berlangsung interaktif, di mana warga saling berbagi pengalaman tentang pemanfaatan lahan sempit untuk berkebun, serta ide kreatif dalam mengolah limbah rumah tangga.
Tim pelaksana menekankan bahwa upaya kecil seperti menjaga kebersihan lingkungan, menanam TOGA, dan mengolah sampah, jika dilakukan secara konsisten, dapat memberi dampak besar terhadap kesehatan dan kemandirian pangan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Griya SIPAKABERU Kesehatan Lingkungan tidak hanya memberikan pengetahuan praktis, tetapi juga menanamkan nilai keberlanjutan, di mana kesehatan lingkungan menjadi kunci untuk membangun Desa Kampung Beru yang bersih, sehat, mandiri, dan berdaya saing.
Kehadiran Muhammad Ali, S.H. selaku Kepala Desa Kampung Beru bersama para kader semakin memperkuat komitmen bersama untuk menjadikan Desa Kampung Beru sebagai contoh nyata penerapan gaya hidup sehat berbasis kearifan lokal.
(Red)















