karebasulawesi, Pattallassang – Menanggapi isu dugaan pemotongan gaji relawan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sombala Bella, Yayasan Sinar Jaya Rezki, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Takalar, Nur Maulana Azis, menegaskan bahwa tidak ada pemotongan gaji di lingkungan SPPG tersebut.
Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh Nur Maulana Azis saat kunjungan lapangan bersama Handayani, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Makassar, pada Sabtu sore (25/10/2025). Kunjungan tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti laporan yang sempat beredar mengenai dugaan pemotongan gaji relawan.
Dalam dialog terbuka yang dihadiri oleh Kepala SPPG, para mitra, dan relawan, disimpulkan bahwa seluruh relawan menerima gaji sesuai nominal yang telah ditetapkan, tanpa ada pengurangan.
> “Kami sudah mendengar langsung keterangan para karyawan. Hasilnya jelas, tidak ada pemotongan gaji. Semua menerima sesuai nominal yang berlaku,” tegas Nur Maulana Azis.
Ia menjelaskan, sistem penggajian di SPPG bersumber dari biaya operasional Badan Gizi Nasional (BGN), dan besarannya disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat di masing-masing wilayah kerja. Dengan demikian, jika jumlah penerima manfaat meningkat, maka beban kerja dan insentif relawan juga meningkat, demikian pula sebaliknya.
Di SPPG Sombala Bella Yayasan Sinar Jaya Rezki sendiri, jumlah penerima manfaat saat ini berkurang menjadi 2.858 orang, dari sebelumnya 3.455 orang. Penurunan ini merupakan hasil sinkronisasi penerima manfaat di Kecamatan Pattallassang yang kini memiliki lima SPPG dari sebelumnya empat, demi pemerataan pelayanan.
> “Jadi ini bukan pemotongan, melainkan penyesuaian upah berdasarkan mekanisme anggaran dan rasio kerja sesuai jumlah penerima manfaat. Prinsipnya tetap transparan dan proporsional,” jelasnya.
Salah satu relawan SPPG Sombala Bella, Haskarianti, turut memberikan tanggapan setelah menerima penjelasan langsung dari pihak Korwil dan KPPG. Ia menyebut, isu pemotongan gaji sebelumnya hanya disebabkan kesalahpahaman terkait periode penerimaan upah.
> “Setelah dijelaskan, kami paham bahwa tidak ada pemotongan. Hanya penyesuaian karena jumlah penerima manfaat bulan ini berkurang. Kami bisa menerima penjelasan tersebut,” ujar Haskarianti.
Pasca klarifikasi, suasana di internal SPPG Sombala Bella Yayasan Sinar Jaya Rezki kembali kondusif. Para relawan mengapresiasi langkah cepat Korwil SPPG Takalar dan KPPG Makassar yang turun langsung memastikan transparansi dan kejelasan sistem penggajian.
Nur Maulana Azis menegaskan, BGN berkomitmen menjaga profesionalitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam menjalankan program pemenuhan gizi masyarakat.
> “Tidak ada toleransi terhadap praktik pemotongan gaji di luar ketentuan. Kami ingin memastikan seluruh relawan bekerja dalam suasana yang adil dan terbuka,” pungkasnya.
Dengan selesainya klarifikasi ini, pihak BGN Kabupaten Takalar berharap tidak ada lagi kesalahpahaman serupa di lapangan. Seluruh pihak diimbau terus menjaga komunikasi yang baik demi kelancaran program pelayanan makan bergizi bagi masyarakat.(*)















