Pelatihan Pendamping Griya SIPAKABERU Kesehatan Lingkungan: Penanaman TOGA di Desa Kampung Beru

banner 120x600

Takalar-Karebasulawesi. Tim Pelaksana PPK Ormawa BKMF Sinapsis Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Makassar (FIKK UNM) kembali melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui Pelatihan Pendamping Griya SIPAKABERU Kesehatan Lingkungan. Kegiatan ini berlangsung pukul 10.00 WITA di Kantor Desa Kampung Beru dan dihadiri oleh masyarakat, kader kesehatan, serta perangkat desa.

Pelatihan ini berfokus pada penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai salah satu upaya sederhana namun bermanfaat dalam menciptakan lingkungan yang sehat, asri, dan produktif. Sebagai pemateri, hadir Muhammad Yudha, selaku penanggung jawab Griya SIPAKABERU Kesehatan Lingkungan, yang memaparkan materi mengenai manfaat TOGA serta praktik langsung cara menanam dan merawat tanaman obat keluarga.

Dalam penjelasannya, ia menekankan bahwa TOGA dapat menjadi solusi kesehatan alami, murah, dan mudah diterapkan oleh setiap rumah tangga.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Kampung Beru, Muhammad Ali, S.H., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mahasiswa:

“Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat-Nya kita dapat berkumpul dalam kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Griya SIPAKABERU Kesehatan Lingkungan. Saya merasa sangat bangga dan berterima kasih kepada Tim PPK Ormawa BKMF Sinapsis FIKK UNM yang telah menghadirkan kegiatan bermanfaat ini,” ungkpnya.

Ia menambahkan, Penanaman TOGA bukan hanya memperindah pekarangan rumah, tetapi juga memberi manfaat kesehatan nyata melalui obat tradisional alami yang murah, mudah, dan aman bagi keluarga.

Kehadiran Bhabinkamtibmas, Babinsa, aparat desa, serta para kader kesehatan lingkungan hari ini adalah bukti bahwa kesehatan merupakan tanggung jawab bersama.

“Harapan saya, kegiatan ini tidak berhenti pada hari ini saja, tetapi berlanjut dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kampung Beru. Mari bersama wujudkan desa yang bersih, asri, sehat, dan produktif melalui pemanfaatan lingkungan yang lebih baik.”

Selain Kepala Desa, kegiatan ini juga dihadiri oleh Bhabinkamtibmas, Babinsa, aparat desa, serta kader kesehatan lingkungan. Kehadiran lintas sektor ini menjadi bukti nyata adanya sinergi antara pemerintah, aparat, mahasiswa, dan masyarakat dalam mendukung terciptanya desa yang sehat dan mandiri.

Peserta pelatihan tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga mengikuti praktik langsung penanaman TOGA di lingkungan kantor desa. Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam mencoba teknik penanaman serta diskusi terkait manfaat tanaman obat untuk kesehatan keluarga.

Menurut Koordinator Tim, Cindy Fatika Sari, Melalui program Griya SIPAKABERU, Tim PPK Ormawa BKMF Sinapsis FIKK UNM menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat dalam mewujudkan kesehatan lingkungan berbasis kearifan lokal.

Harapannya, Desa Kampung Beru dapat menjadi contoh desa yang sehat, mandiri, dan produktif dalam mengoptimalkan potensi pekarangan sebagai sumber kesehatan alami.

(Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *