Takalar-Karebasulawesi. Dalam upaya mencegah penyalahgunaan rokok dan Narkotika, Psikotropika, serta Zat Adiktif (NAPZA) di kalangan remaja, Tim Griya SIPAKABERU Desa Kampung Beru menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan pendampingan kader dengan tema “Meningkatkan Pemahaman Remaja tentang Bahaya Rokok dan NAPZA”.
Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (28/08) pukul 13.30 WITA di Kantor Desa Kampung Beru, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Kampung Beru, Muhammad Ali, S.H. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk menjaga generasi muda dari bahaya zat adiktif.
“Rokok dan penyalahgunaan NAPZA adalah ancaman nyata bagi kesehatan, moral, dan masa depan anak-anak muda kita. Karena itu, kegiatan edukasi seperti ini sangat penting untuk membekali para remaja agar tumbuh menjadi generasi yang kuat, cerdas, dan berdaya saing. Harapan saya, kader Griya SIPAKABERU dapat menjadi ujung tombak dalam memberikan pendampingan serta motivasi bagi masyarakat, khususnya kalangan remaja,” ungkapnya.
Setelah sambutan pembuka, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Kopral Satu (Koptu) Mustari, Babinsa Desa Kampung Beru, yang memberikan penjelasan komprehensif mengenai bahaya rokok dan NAPZA. Ia menekankan bahwa remaja merupakan kelompok yang paling rentan terhadap pengaruh lingkungan dan pergaulan. Oleh sebab itu, pemahaman yang benar mengenai dampak buruk zat adiktif perlu diberikan sejak dini agar mereka tidak terjerumus dalam perilaku berisiko.
Acara ini turut dihadiri oleh Bhabinkamtibmas Desa Kampung Beru, aparat desa, serta kader Griya SIPAKABERU. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan adanya sinergi nyata antara pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, aman, serta bebas dari pengaruh zat adiktif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para kader Griya SIPAKABERU mampu menjadi agen perubahan di masyarakat, dengan memberikan edukasi dan pendampingan langsung kepada remaja desa. Dengan demikian, generasi muda di Desa Kampung Beru dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat, produktif, serta siap menghadapi tantangan masa depan tanpa terpengaruh oleh bahaya rokok maupun NAPZA.
(Red(















