Takalar-Karebasulawesi. Puluhan pengurus cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Takalar, mendatangi kantor dinas pertanian Takalar, Jumat (3/5/2027).
Menurut ketua PMII Cabang Takalar Nur Alim Syarif, Kedatangan mereka untuk mempertanyakan kelangkaan pupuk subsidi, yang terjadi di kalangan petani pada musim tanam kedua ini.
Selain itu, masyarakat juga kesulitan mengakses pupuk karena sistem elektronik yang diterapkan oleh pemerintah, biasa terkendala alasan jaringan.
PMII juga menduga, kelangkaan pupuk ini diakibatkan oleh adanya oknum agen pupuk nakal yang melakukan penimbunan, dan membatasi penjualan ke petani.

Kedatangan aktivis PMII ini diterima oleh Pelaksana tugas Kadis Pertanian Muh.Ikbal, Sekretaris Dinas Pertanian Ikbal, dan Koordinator Pupuk Dinas Pertanian Sugiarto.
Menanggapi aspirasi mahasiswa, Sugiarto menuturkan bahwa kelangkaan pupuk diakibatkan karena pihaknya mengusul 12 ribu ton, sementara yang realisasi cuma 6 ribu ton.
Selain itu adanya penolakan sistem bagi warga yang ingin membeli pupuk, biasanya disebabkan oleh adanya perbedaan data, antara e-RDKK dengan data di capil. Hal ini disebabkan adanya perubahan sistem dari T-Pubers menjadi i-pibers.
Soal dugaan agen pupuk nakal yang melakukan penimbunan pupuk, Dinas pertanian Takalar akan melakukan koordinasi ke dinas perindag untuk pengawasannya, karena agen pupuk ada dalam wilayah kewenangan dinas perindag.
Pelaksana tugas Kadis pertanian Muh.Ikbal, saat menerima mahasiswa mengaku mengapresiasi kedatangan PMII yang mengawal aspirasi petani Takalar.
Ia berjanji akan menindaklanjuti aspirasi mahasiswa dan mengkoordinasikan dengan pihak-pihak terkait. Ia juga meminta PMII membantu mensosialisasikan hasil audience ini dengan semua pihak.
“Saya sangat apresiasi aspirasi adek-adek PMII, kami berharap agar PMII membantu kami dalam mensosialisasikan dan mengawal hasil pertemuan ini,” harap Muh.Ikbal.
(Red)















