Takalar-Karebasulawesi – Stunting menjadi salah satu tantangan besar yang dihadapi Indonesia dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia Tahun 2022, angka stunting di Indonesia adalah sebesar 21,6%. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menargetkan penurunan angka stunting menjadi 14 persen di Tahun 2023.
Target ini tentu akan mudah tercapai dengan adanya kerja sama dan kolaborasi dari kementerian maupun lembaga negara. Dalam kunjungannya ke Kantor Pemerintah Kabupaten Takalar, Selasa (28/11/2023), Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Selatan didampingi Sekretaris Inspektorat Takalar, H.Hamzah Ago, menyampaikan kepada Bapak PJ Bupati Takalar, harapannya terhadap dukungan BPKP Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan dalam mengawal Program Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Takalar.
Selain itu juga dalam hal upaya mewujudkan kemiskinan ekstrem nol persen pada tahun 2024 membutuhkan komitmen yang kuat dari kepala daerah dan perangkat daerahnya, mekanisme monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan, serta menjaga stabilitas inflasi.

Menanggapi hal tersebut, PJ Bupati Takalar Dr. Setiawan Aswad. M.Dev. Plg. menyambut baik harapan yang disampaikan Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan tersebut.
“Terkait pentingnya akurasi data yang digunakan dalam mendukung pelaksanaan program. Data yang salah akan berdampak pada biaya yang salah, (red: karenanya) data yang tepat sangat berpengaruh,” ungkap Setiawan.
Ia juga menambahkan, untuk meningkatkan keberhasilan program stunting, peningkatan peran Posyandu sangat diperlukan seperti dengan melakukan pendataan terhadap anak-anak yang terkena stunting ataupun dengan melakukan monitoring langsung ke masyarakat.
Sama halnya dengan program perencanaan dan penganggaran dalam rangka cross-cutting pengentasan kemiskinan di Kabupaten Takalar, akan melakukan intervensi terhadap faktor pendukung ultimate outcome program pengentasan kemiskinan seperti fasilitas permodalan, keringanan biaya penyediaan sarana prasarana usaha, subsidi air bersih, , dan pinjaman modal. Tegas PJ Bupati Takalar.
(AM).















