Bela Hinaan RMS ke Azhar, Mantan Ketua HIPMI Pinrang Tantang Masyarakat Taruhan No Limit

banner 120x600

Kontroversi sindiran Ketua DPW NasDem Sulawesi Selatan, Rusdi Masse Mappasessu (RMS), terhadap lawan politiknya di Pilgub Sulsel 2024, terus menjadi perbincangan hangat. Sindiran bernada tajam yang dianggap merendahkan itu menuai kecaman dari berbagai pihak.

 

Sejumlah tokoh dari berbagai lembaga dan organisasi turut menyayangkan tindakan yang dinilai tidak terpuji tersebut. Salah satu pendukung fanatik RMS, Munandar Madani, memberikan pembelaan melalui unggahan di akun Facebook-nya beberapa hari yang lalu.

 

Dalam unggahannya, Munandar menyatakan bahwa banyak pihak salah memahami orasi RMS. Selain itu, ia menantang siapa pun yang berani berdebat dan bahkan mengajak taruhan dengan nominal tanpa batas.

 

“PEMAHAMAN YANG SALAH!! Saya juga orang Pinrang. Adakah yang salah dengan orasi beliau? Silakan disimak dan didengar dengan baik. Tapi adakah yang mau taruhan? ANDALAN HATI (2) ALL ini N.O.L.I.M.I.T Namo siaga, tanpa batas yaseng Leyyitai, kegae borro kegae caritami RMS Okkoe,” tulis Munandar.

 

Menanggapi unggahan ini, aktivis Kabupaten Pinrang, Ibnu Rusyd, menyayangkan ajakan taruhan yang dinilai tidak beretika. Menurut Ibnu, membela rekan politik memang sah-sah saja, tetapi seharusnya dilakukan dengan cara yang lebih terhormat.

 

“Masyarakat kita sangat menjunjung tinggi nilai moral dan kearifan lokal. Tantangan taruhan sama saja dengan ajakan berjudi, yang bertentangan dengan budaya dan moral kita,” ujar Ibnu Rusyd pada Minggu (3/11/2024).

 

Ibnu menambahkan bahwa tindakan RMS dan pendukungnya sebaiknya dihadapi dengan sikap bijaksana, menerima kesalahan, dan meminta maaf di hadapan publik, alih-alih menyusun alasan pembelaan yang justru memperkeruh keadaan.

 

“Masyarakat bisa menilai. Mari kita bijaksana untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf,” tutup Ibnu Rusyd.

 

Editor : Musafir

 

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *